Tampilkan postingan dengan label sumpe loh ini namanya zine #3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumpe loh ini namanya zine #3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juli 2012

Darling, kiss me goodbye...

"Cium...
Cium aku!"

Itu yang dia katakan setelah lama dia menyimak kata-kata putus dariku, dengan terus menatapku dalam-dalam.

Aku tidak mampu berbuat apa-apa. Tidak lagi seperti dulu. Tidak lagi berhasrat menyatukan bibirku dengan miliknya, menyatukan hasrat kami. Tidak lagi memainkan lidahku dan menggigiti bibirnya saat lekat sekali kami berciuman. Aku hanya diam, membeku.
Bahkan matakupun tak lagi menangkap keindahan di lingkar bola matanya.

Dia mendekatkan bibirnya, menciumku. Mengecupinya dengan hangat, lalu melepasnya dengan dingin sekali.

Sempat kurasa gemetar putus asa di dalam manis hasratnya. Tapi tak ada yang dapat kulakukan. Tak kubalas apapun darinya.

Dia menciumi bibirku lagi, untuk yang terakhir. Lama sekali!
Aku tak bergerak. Lama sekali!

Lalu dia mengangkat wajahku. Dikecupnya kening, pipi, hidung, lalu kedua mataku. Seperti dulu.
Seperti dulu saat aku mengantarnya pulang di pintu senja.

Tapi, kali ini aku menangis. Aku menangis karena ini adalah untuk yang terakhir kalinya.
Dan tidak akan ada lagi nanti.
Tidak akan terulang lagi. Tidak akan ada cium-cium lagi!

Kami berpisah. Kami beda arah.
Kisah ini tidak akan berlanjut. Hutang-hutang janji itu tidak perlu lagi dilunasi. Karena kami sudah selesai!
Panggungnya sudah tertutup tirai, dan dramanya sudah cukup sekian.

Tapi...
Lukanya belum hilang. Sakitnya belum sembuh. Mungkin nanti. Akan ada obat penawarnya.
Untuknya.
Kuharap ia akan menemukan obatnya.
Sepertiku saat ini...
menciumi obatku.

(dan dengan tulisan ini, di edisi ke-3 ini aku officially punya pacar baru :D)



Sumpe' loh ini namanya zine?! #3

Selanjutnya, edisi ke-3 terbit. Masih tetap dengan gunting tempel gambar-gambar yang aku colong seenaknya dari mana-mana.
Edisi ini terbit tahun 2005 saat hidupku terguncang. Banyak hal. Keluarga hancur, kuliah gugur di tengah jalan. Tp sekaligus hobi menulis (zine salah satunya) membawaku pada karier menulisku hingga beberapa waktu ke muka.
Ternyata memang benar pepatah yang bilang, kalau mau pasti ada jalan.

Inilah titik balik hidupku saat itu. Sampai akhirnya bisa ada di sini hari ini :) Enjoy!

-kucuri hakku-

tak kunjung kutempuh aral ini
langkahku mengendap-endap
kuharap tiada bisik 'kan menoda
saat ini,
saat kucuri hakku!

caci maki telah melekat di kulitku
pula benjut merah pada rupaku
pada titik ini aku teraniaya...
walau aku menang,
aku merasa merdeka!

dan tanganku kian menggapai
mencari temuan pasti hidupku
dalam kedinian masaku,

kucuri hakku!